12.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Banyuasin lewat program TJSL gabungan
Lima perusahaan mitra berkolaborasi memulihkan 40 hektare kawasan pesisir sekaligus melibatkan kelompok nelayan setempat.
Banyuasin — Sebanyak 12.000 bibit mangrove ditanam di sepanjang pesisir Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (18/10). Penanaman ini menjadi bagian dari program TJSL gabungan yang melibatkan lima perusahaan mitra Forum CSR Kesos Sumatera Selatan.
Kawasan pesisir Sungsang mengalami abrasi hingga 15 meter dalam lima tahun terakhir. Hilangnya tutupan mangrove juga berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan, terutama kepiting bakau dan udang yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Melibatkan kelompok nelayan sejak awal
Berbeda dari program penanaman sebelumnya, perawatan bibit kali ini diserahkan kepada tiga kelompok nelayan setempat. Mereka mendapat pelatihan pembibitan dan insentif perawatan selama 24 bulan, sehingga tingkat hidup bibit dapat dipantau secara berkala.
“Kalau mangrovenya kembali, kepiting dan udang juga kembali. Ini bukan cuma soal lingkungan, tapi soal dapur nelayan.” — Sukardi, Ketua Kelompok Nelayan Sungsang Bersatu
Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan menyebut model kolaborasi ini akan dijadikan acuan untuk program pesisir lain. Seluruh penyaluran dana dan perkembangan proyek dapat dipantau publik melalui SIAPTANJAK.
Target berikutnya
Program ini ditargetkan berlanjut ke Kabupaten Ogan Komering Ilir pada 2027 dengan luas tanam 60 hektare. Perusahaan yang ingin bergabung dapat mendaftarkan programnya melalui menu Daftarkan Program di SIAPTANJAK.